perpusonline.blogspot.com adalah blog terbuka untuk keperluan sharing. Jika ada pengunjung yang bersedia memberikan donasi materi dipersilahkan mengirimkan artikel dan profil penulis ke indonesia.komputer@gmail.com. Mohon isi polling diakhir halaman blog ini untuk evaluasi penulis.

Macromedia Dreamweaver

Mempelajari desain web tidaklah sulit. Beberapa teman saya bertanya, apakah belajar desain web itu sulit?. Saya menjawab tidak sulit. Ada dua persyaratan mutlak untuk mempelajari desain web. yaitu kesabaran dan latihan. Kenapa??, karena anda harus mempelajari beberapa program aplikasi sekaligus, belum lagi anda harus mempelajari beberapa bahasa skrip pemrograman web, seperti javascript, html, css, php ataupun asp. Belum lagi, jika anda ingin mempelajari dinamisasi web dengan database. Maka anda harus mempelajari database seperti mysql contohnya. Tapi untuk postingan kali ini, saya akan berbagi pengetahuan mengenai desain web dulu. saya memilih Macromedia Dreamweaver sebagai program WYSIWYG.


saat ini, banyak sekali program editor yang bersifat WYSIWYG untuk membuat sebuah halaman web. Dua yang populer adalah Microsoft Frontpage dan Macromedia Dreamweaver.
Kali ini saya akan membahas mengenai Macromedia Dreamweaver saja. Macromedia Dreamweaver adalah program untuk membuat halaman web atau dokumen web. Berbicara dokumen web disini adalah dokumen html. Mungkin anda sudah membaca postingan saya mengenai dasar html yang sederhana. Hal pertama yang harus anda lakukan sudah jelas, yaitu, software Macromedia Dreamweaver harus terinstal dikomputer anda.


TUTORIAL MACROMEDIA DREAMWEAVER

anda bisa melihat tampilan Macromedia Dreamweaver dengan mengamati gambar dibawah ini.







kita akan mencoba untuk membuat sebuah halaman web yang sangat sederhana.
anda bisa ikuti langkah berikut.

1. silahkan anda ketik kalimat "saya sedang belajar menggunakan program Macromedia Dreamweaver", di lembar kerja. maka hasil yang didapat adalah seperti gambar dibawah ini.







2. Pada bagian title, anda bisa ganti dengan kata ataupun kalimat lainnya. kenapa?, karena title menunjuk pada nama halaman web anda.

sebagai contoh, disini saya tuliskan, "belajar Macromedia Dreamweaver"




3. langkah selanjutnya adalah anda bisa simpan file tersebut dengan cara klik file, setelah itu klik save atau save as... setelah itu anda bisa pilih folder kerja anda lalu anda ketik nama file yang diinginkan pada filename. Langkah terakhir adalah menekan tombol save. pada contoh ini saya mempergunakan nama belajar-dreamweaver.html









selanjutnya, kita akan mencoba halaman web kita yang pertama di web browser kita.

ada dua cara untuk mencobanya.

yang pertama, melalui Dreamweaver, kita bisa langsung mencoba dengan cara menekan tombol F12 pada keyboard anda (Dreamweaver masih aktif dengan dokumen yang aktif).

yang kedua, kita bisa melakukannya dengan cara membuka web browser kita, lalu klik open, lalu anda bisa cari dokumen html yang telah anda simpan,lalu klik tombolopen. biasanya setiap web browser memiliki menu yang berbeda, tapi tujuannya tetap sama.

kebetulan, disini saya memakai Mozilla Firefox. jadi tampilannya adalah sebagai berikut.







nah jika anda ingin belajar desain web, maka Macromedia Dreamweaver adalah software yang paling tepat untuk membangun halaman web.

Dengan contoh diatas, anda bisa melakukan latihan-latihan sesuai dengan keinginan anda.

selamat mencoba!!

Evolusi Menuju ke Autonomic

Beberapa fase perlu ditempuh untuk mempersiapkan jaringan komputer menuju ke autonomic computing.

Lima level yang perlu ditempuh untuk menuju ke autonomic computing adalah sebagai berikut
  1. ·     Basic
    Pada level ini semua masalah dianalisis dan diselesaikan sendiri oleh para profesional yang bekerja di perusahaan itu. Biaasanya pada level ini masalah diselesaikan secara terpisah sehingga terkotak – kotak sesuai keahlian profesional yang bekerja pada saat itu.
  2. ·     Managed
    Pada level ini semua masalah sudah terkumpulkan dalam satu tempat namn masih banyak campur tangan administrator ( manusia ) dalam pengambilan keputusan – keputusan atau konfigurasi tambahan
    ·3   Predictive
    Pada level ini bank data pengetahuan sudah terbangun sehingga sudah dapat diambil statistik  jalan yang baik dan cocok. Usulan – usulan untuk perbaikan dan optimisasi sudah dapat diambil dari data yang ada.
    ·4. Adaptive
    Pada level ini para administrator sudah dapat menerima usulan – usulan perbaikan yang diberikan oleh sistem sehingga dapat mulai mempercayakan sistem untuk menerapkan usulan – usulan itu. Ini berarti sistem mampu memperbaiki dirinya sendiri.
    ·5.  Autonomic
    Ini adalah level terakhir dimana administrator memiliki alat bantu beserta bank data pengetahuan yang didapat dari standar industri, sehingga dia hanya perlu memasukkan kebijakan – kebijakkan dan memonitor kerja sistem yang disesuaikan dengan visi, misi, dan kebutuhan perusahaan.


  • Penulis
  • Pengunjung

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites